HUBUNGAN SAMPAH DAN KESEHATAN MASYARAKAT

Pada awal kehidaupan manusia, sampah belum menjadi masalah, tetapi dangan bertambahnya penduduk di mana ruang tetap, semakin hari maslahnya semakin besar. Hal ini jelas bila kita melihat moderenissasi kehidupan, perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan aktivitas manusia. Sehubungan dengaan kegiatan manusia, maka permasalahan sampah akan berkaitan baik dari segi social ekonomi maup... | Perusahaan Pest Control

PELAJAR DITANGKAP POLISI

Satuan reserse unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, telah berhasil menangkap FR yang berusia 17 tahun , at | Perusahaan Pest Control

5 Alasan Mengapa pria menyukai wanita lebih muda

Faktanya, wanita lebih cepat dewasa dibandingkan pria. Jadi, ketika pria dan wanita berada di usia yang sama, wanita telah berpikir jauh di atas pria. Tak jarang, stigma beda usia 5 tahun - pria lebih tua 5 tahun dari wanita - dianjurkan agar hubungan pernikahan jadi langgeng. Nah, berikut adalah alasan mengapa pria menyukai wanita yang berusia lebih muda darinya, seperti dilansir Boldsky. | Perusahaan Pest Control

ANGGOTA KSK GAGALKAN CURANMOR

saco-indonesia.com, Keberanian anggota Kelompok Sadar Kamtibmas (KSK) Lintas Tomang ini patut diacungi jempol. Dede Iskandar | Perusahaan Pest Control

MENGGUNAKAN JASA MANAJEMEN PROPERTI

Investasi Property yang kini telah menyabar luas merupakan salah satu bentuk investasi yang menjanjikan. Berinvestasi dalam berb | Perusahaan Pest Control

Fumigasi

Fumigasi adalah suatu sistem pengendalian hama (umunnya hama gudang, kutu, kecoa & rayap kayu) dengan menggunakan gas fumigant. Area yang dapat dilakukan untuk penanganan fumigasi memerlukan waktu 2-3 hari adalah: Guda ...

Pengendalian Serangga

INSECT CONTROL adalah usaha pengendalian hama serangga secara terpadu dan berkelanjutan dari Firden. Sedangkan yang dimaksud hama serangga tersebut meliputi Kecoa, Semut, Laba-laba, Nyamuk, Lalat, Kutu dan beberapa jenis serangga lain ...

Sistem Semprot dan Injeksi

Metode : Chemical Barrier System (CBS) untuk bangunan yang belum dibangun (Pre-Construction Building) untuk bangunan yang sudah dibangun (Post-Construction Building) Cakupan hama : semua jenis rayap tanah (Subterranean T ...

Pengendalian Tikus

RODENT CONTROL adalah usaha pengendalian hama tikus secara terpadu dan berkelanjutan dari Firden. Jenis tikus yang dikendalikan meliputi tikus got, tikus rumah dan tikus atap ...

Sistem Pengumpanan Rayap

Metode : Termite Baiting System (TBS) dengan menggunakan metode pengumpanan Cakupan hama : Rayap Tanah (Subterranean Termite) jenis Coptotermes Sp Prosedur Pekerjaan Instalasi, dilakukan pemasangan seluruh sistem peng ...




PROSES PEMBUTAN SANITASI

saco-indonesia.com, Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia Tenggara setelah Laos dan Myanmar ( ANTARA News, 2006 ). Menurut data Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2002, tidak kurang dari 400.000 m3 / hari limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai dan tanah, tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. 61,5 % dari jumlah tersebut telah terdapat di Pulau Jawa.

Pembuangan akhir limbah tinja umumnya telah dibuang dengan menggunakan beberapa cara antara lain dengan menggunakan septic tank, dibuang langsung ke sungai atau danau, dibuang ke tanah , dan ada juga yang dibuang ke kolam atau pantai.
Di beberapa daerah pedesaan di Indonesia, telah masih banyak dijumpai oleh masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dengan sanitasi yang masih sangat minim. Masih sering dijumpai oleh sebagian masyarakat yang telah membuang hajatnya di sungai karena tidak mempunyai saluran pembuangan khusus untuk proses pembuangan air limbah rumah tangga maupun air buangan dari kamar mandi. Bahkan terkadang juga masih dijumpai masyarakat yang membuang hajatnya di pekarangan rumahnya masing-masing. Hal ini telah terjadi selain disebabkan karena factor ekonomi, faktor kebiasaan yang sulit dirubah dan kualitas pendidikan yang relative rendah dari masyarakat pun juga memang sangat berpengaruh besar terhadap pola hidup masyarakat.

Berdasarkan perkiraan WHO/ UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia telah kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka telah membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, serta menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Perempuan dan anak-anak berada dalam risiko.

1. PENGERTIAN SANITASI
Sanitasi adalah bagian dari system pembuangan air limbah, yang khususnya telah menyangkut pembuangan air kotor dari rumah tangga, dapat juga dari sisa-sisa proses industry, pertanian, peternakan dan rumah sakit (sector kesehatan).
Sanitasi juga merupakan suatu usaha untuk dapat memberikan fasilitas di dalam rumah yang dapat menjamin agar rumah selalu bersih dan sehat. Tentunya tang ditunjang penyediaan air bersih yang cukup, dan pembuangan air kotoran yang lancar.

2. AIR LIMBAH
Air Limbah adalah air buangan yang telah dihasilkan dari suatu proses pruduksi industri maupun domestik (rumah tangga), yang terkadang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena juga tidak memiliki nilai ekonomis. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah juga dapat berdampak negative terhadap lingkungan tertutama kesehatan manusia sehingga dilakukan penanganan terhadap limbah.

Air kotor adalah air bekas pakai yang sudah tidak memenuhi syarat kesehatan lagi dan harus dibuang agar tidak dapat menimbulkan wabah penyakit
Beberapa hal yang berkaitan dengan pengertian dan kegiatan yang berhubungan dengan limbah cair menurut PP 82 tahun 2001 yaitu :
1. Air adalah semua air yang telah terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, kecuali air laut dan fosil.
2. Sumber air adalah wadah air yang telah terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, seperti, mata air, sungai, rawa, danau, waduk, dan muara.
3. Pengelolaan kualitas air adalah upaya dalam pemeliharaan air sehingga dapat tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk dapat menjamin kualitas tetap dalam kondisi alamiahnya.
4. Pengendalian pencemaran air adalah upaya untuk pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk dapat menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air.
5. Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang dapat menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
6. Limbah cair adalah sisa dari sutu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair.
7. Baku mutu limbah cair adalah, ukuran batas atau kadar unsure pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam limbah cair yang akan dibuang atau dilepas kedalam sumber air dari suatu usaha atau kegiatan.

3. ALAT PEMBUANGAN AIR KOTOR
Alat pembuangan air kotor dapat berupa :
- Kamar mandi, washtafel, keran cuci
- WC
- Dapur
Air dari kamar mandi tidak boleh dibuang secara bersama sama dengan air dari WC maupun dari dapur. Sehingga harus dibuatkan seluran masing-masing.
Diameter pipa pembuangan dari kamar mandi adalah 3” (7,5 cm), pipa pembuangan dari WC adalah 4”(10 cm), dan dari dapur boleh dipakai diameter 2”(5cm). pipa pembuangan juga dapat diletakkan pada suatu “shaft”, yaitu lobang menerus yang disediakan untuk tempat pipa air bersih dan pipa air kotor pada bangunan bertingkat untuk dapat memudahkan pengontrolan. Atau dapat dipasang pada kolom-kolom beton dari atas sampai bawah. Setelah sampai bawah, semua pipa air kotor harus juga merupakan saluran tertutup di dalam tanah agar tidak menimbulkan wabah penyakit dan bau tak sedap.
Dibawah lantai, semua pipa sanitasi diberi lobang control, yang sewaktu-waktu dapat dibuka bila terjadi kemacetan.

4. JENIS-JENIS UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH
a. SEPTICTANK
Sistem septic tank sebenarnya adalah sumur rembesan atau sumur kotoran. Septic tank juga merupakan sitem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak penampungan kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan udara.

Hal-hal yang yang harus diperhatikan saat pembangunan septic tank agar tidak mencemari air dan tanah sekitarnya adalah :
1. jarak minimal dari sumur air bersih sekurangnya 10m.
2. untuk dapat membuang air keluaran dari septic tank perlu dibuat daerah resapan dengan lantai septic tank dibuat miring kearah ruang lumpur.
3. septic tank direncanakan untuk pembuangan kotoran rumah tangga dengan jumlah air limbah antara 70-90 % dari volume penggunaan air bersih.
4. waktu tinggal air limbah didalam tangki diperkirakan minimal 24 jam.
5. besarnya ruang lumpur diperkirakan untuk dapat menampung lumpur yang telah dihasilkan setiap orang rata-rata 30-40 liter/orang/tahun dan waktu pengambilan lumpur diperhitungkan 2-4 tahun.
6. pipa air masuk kedalam tangki hendaknya selalu lebih tinggi kurang lebh 2.5 cm dari pipa air keluar.
7. septic tank harus dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaan untuk dapat membuang gas hasil penguraian.
Agar septic tank tidak mudah penuh dan mampat, awet dan tahan lama perlu diperhatikan hal berikut :
1. Kemiringan Pipa
Kemiringan pipa menentukan kelancaran proses pembuangan limbah. Selisih ketinggian kloset dan permukaan air bak penampung kotoran minimal 2 %, artinya setiap 100cm terdapat perbedaan ketinggian 2cm.
2. Pemilihan Pipa yang tepat
Pipa saluran sebaiknya berupa PVC. Ukuran minimal adalah 4 inchi. Rumah yang telah memiliki jumlah toilet yang banyak sebaiknya harus menggunakan pipa yang lebih besar. Perancangan saluran diusahakan dibuat lurus tanpa belokan, karena belokan atau sudut juga dapat membuat mampat.
3. Sesuaikan Kapasitas Septic tank
Untuk rumah tinggal dengan jumlah penghuni empat orang, cukup dibuat septic tank dengan ukuran (1.5×1.5×2)m. bak endapan dan sumur resapan bias dibuat dengan ukuran (1x1x2)m. semakin banyak penghuni rumah maka semakin besar ukuran yang telah dibutuhkan.
4. Bak Harus Kuat dan Kedap Air
Septic tank harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, rapat air dan tahan lama. Konstruksi septic tank juga harus kuat untuk menahan gaya-gaya yang timbul akibat tekanan air, tanah maupun beban lainnya.


Editor : Dian Sukmawati

PROSES PEMBUTAN SANITASI